Jun 2nd, 2012
"

Mungkin Ayu akhirnya menyadari cinta zooplankton-nya terlalu suci buat Hiu yang galak dan ganas. Tahukah kalian? Meski zooplankton itu tergolong hewan, mereka tidak pernah memangsa mahkluk hidup lainnya. Merekalah satu-satunya hewan di dunia yang tidak membunuh mahkluk lain untuk urusan isi perut, bahkan rumput laut pun tidak. Zooplankton sempurna makan dari hasil fotosintesis matahari. Kemudian memasrahkan diri dimakan oleh ikan-ikan kecil. Zooplankton selalu setia sampai kapan pun menjadi rantai terbawa dalam piramida makanan. Lantas aku apa? Cillean Filleta? Mahkluk yang tidak memerlukan pasangan untuk be-reproduksi selama hidupnya? Mahkluk yang ditakdirkan jomblo sepanjang usianya?

Tetapi dalam urusan cinta ini, tidak seharusnya Ayu menjadi zooplankton-nya Topan. Teman dekatku itu terlalu baik untuk Topan, sang Hiu. Terlalu polos memandang sebuah cinta. Selalu menerima apa-adanya. Ayu sejak dulu selalu meyakini dan berharap cinta yang ia miliki cukup untuk memperbaiki banyak hal, merubah banyak tabiat buruk. Padahal, cinta zooplankton Ayu sama sekali tidak cukup untuk Topan, sang penguasa rantai makanan.

"
— Cinta Zooplankton, Tereliye
Jun 2nd, 2012
"

Hingga suatu malam, di tengah senyapnya gelap, sang anak mengangkat kedua tangannya, tengadah ke langit buram, “Ya Tuhan, kurus-kan-lah aku. Aku mohon….” Anak itu menangis tersedu, bersimpuh penuh harap, “Atau kalau Kau tidak berkenan membuatku kurus, maka buatlah gendut seluruh teman-temanku…. Aku mohon! Biar kami sama…. Biar kami sama….”

Maka malam itu, sempurna sudah langit terbolak-balik. Do’a itu bagai melempar sebutir dadu dengan seluruh enam sisinya sempurna bertuliskan kata: Amin!

"
— Bila Semua Wanita Cantik, Tereliye
Jun 2nd, 2012
"Apakah ada yang pernah berpikir hidup ini bukan soal pilihan, karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana caranya kau akan melanjutkan hidupmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu."
— Kotak Kehidupan Andrei, Berjuta Rasanya, Tereliye
Jun 2nd, 2012
"

Apakah cinta sejati itu? Istriku pergi hanya karena ia lelah dengan kehidupan kecil kota kami. Menemukan pemuda yang menjanjikan masa depan lebih baik. Pasangan-pasangan lain hari ini juga berpisah karena alasan-alasan sepele. Bosan. Merasa terkekang. Merasa pasangannya sudah berubah. Atau bahkan hanya karena alasan-alasan yang dicari. Apakah itu cinta kalau kau setiap saat bisa jatuh cinta lagi dengan gadis lain? Dengan pemuda lain?

Esok-lusa, alasan mereka berpisah akan semakin sepele. Bahkan mungkin mereka tidak perlu alasan lagi untuk berpisah. Padahal percayakah kalian, seminggu setelah berpisah dengan pasangan lamanya, mereka akan menemukan pasangan baru. Buncah dengan kata: “Kaulah cintaku!” “Aku belum pernah merasakan cinta sehebat ini.” Dan berpuluh-puluh kalimat dusta lainnya. Terus saja begitu. Seperti siklus yang berulang. Apakah cinta itu? Mungkin hanya istri Fram, si petani miskin yang bisa menjawabnya.

Kau ingin mendengar penjelasan yang sesungguhnya di malam saat Fram sekarat, Cindanita-ku? Kau ingin tahu? Baiklah, akan aku bisikkan, semoga setelah itu sama sepertiku dulu kau akan tetap mempercayai adanya cinta, meski bisa jadi kau dalam posisi yang tersakiti, anakku.

"
— Kupu-Kupu Monarch, Berjuta Rasanya, Tereliye
Jun 2nd, 2012
"Ketika melakukannya dengan cinta, maka tak terlihat lagi hutang-budi"
— @JihanJi
Jun 2nd, 2012
"Apakah cinta sejati itu? Apakah ia sebentuk perasaan yang tidak bisa dibagi lagi? Apakah ia sejenis kata akhir sebuah perasaan? Tidak akan bercabang? Tidak akan membelah diri lagi? Titik? Penghabisan? Bukankah seseorang jatuh-cinta berjuta kali bilang ke pasangan-pasangan lamanya: “Ia adalah cinta sejatiku!"
— Kupu-Kupu Monarch, Berjuta Rasanya, TereLiye
Jun 2nd, 2012
Jun 2nd, 2012
Intermilan Indonesian Tour 2012
dengannya
sebuah ekstase menyenangkan, dengan berjuta-juta pengalinya
Jakarta, Mei 2012
Jun 2nd, 2012
"Kau akan tahu ketika ia datang. Tahu begitu saja. …. Cinta sejati selalu datang pada saat yang tepat, waktu yang tepat, dan tempat yang tepat. Ia tidak pernah tersesat."
— Pandangan Pertama Zalaiva, Berjuta Rasanya, Tereliye
Jun 2nd, 2012
"Kehidupan ini tak selalu memberikan kita pilihan terbaik. Terkadang yang tersisa hanya pilihan-pilhan berikutnya"
— Kotak-kotak kehidupan Andrei, Berjuta Rasanya, Tereliye
Jun 2nd, 2012
"Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka ia akan pergi karena alasan fisik tersebut.
Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia akan pergi karena materi.
Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi, karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk."
— Berjuta Rasanya, Tereliye
Jun 2nd, 2012
"+ Hai zhar, kamu ga makan siang? (oh God aku panik bicara padanya)
- Oh, masih banyak kerjaan, kamu? (dia ngajak aku bicara Tuhaaaaaaaaan)
+ Gag ada temen hehe (kamu bego banget kalo egag peka)
- Oh, si Desi kayaknya mau makan juga tuh (Kata-kata macam apa yang aku ucapkan? Itu kode azhar, sigh)
+ Oh, oke (well, terima kasih untuk ketidakpekaannya)
- Yap (kapan lagi kesempatan ini datang, sigh)"
— Berjuta Rasanya, Antara Kau dan Aku, Tereliye
Jun 2nd, 2012
"Okay I want everyone to eat at home because the happiest place on earth is also home."
— @izulrush (via ayuprissa)
Jun 2nd, 2012
elvinadiah:

Haha, Poo nya kayanya lagi sediiih :3
Jun 2nd, 2012
karenapuisiituindah:

Jangan berpelukan di bawah rinai hujan. Ada yang berlomba ingin mendekapmu tanpa halangan,: rintik hujan yang turun perlahan-lahan.
- Tia Setiawati Priatna