Aug 23rd, 2014
Aug 23rd, 2014
wahyuawaludin:

Menurut Merriam-Webster, “habit” adalah “something that a person does often in a regular and repeated way”. Terjemahan bebasnya kira-kira adalah “sesuatu yang dilakukan seseorang secara berulang-ulang”. Kita tahu bahwa mempertahankan kebiasaan yang positif sangat baik untuk kehidupan kita -dan sangat penting. Aristoteles pernah berkata, “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Keunggulan itu, bukanlah sebuah tindakan, tetapi kebiasaan “.
Sayangnya, ada banyak kebiasaan buruk yang mungkin tidak kita sadari dan gawatnya kita lakukan berulang kali. Kebiasaan buruk ini bisa membuat kehidupan kita memburuk dan karir kita di ujung tanduk. Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang berbahaya untuk karir Anda. Apakah Anda memiliki kebiasaan-kebiasaan berikut?
https://www.selasar.com/khas-selasar/infografis-14-kebiasaan-yang-membahayakan-karir
Aug 23rd, 2014
Aug 23rd, 2014
herricahyadi:

Ini! Saya ga berani komentar lagi.. :)
Aug 22nd, 2014
Aug 22nd, 2014


I’m in love with this gif. Everything about it. The rain drizzling. The candle flickering. The colors. I love it.

god this is so relaxing
Aug 22nd, 2014
Aug 22nd, 2014
herricahyadi:

Saya suka foto ini.
Meski sangat meyakini di akhirat kelak tempat kita berbeda. Dan selama ada kesempatan hidup, kita pun berdoa agar mereka bisa menerima hidayah Allah SWT. Ini tidak menghalangi kita untuk bermuamalah kepada mereka. Tunjukkan kepada mereka akhlak agung seorang muslim yang kokoh dalam keimanan dan lembut dalam persahabatan. Yakinkan mereka bahwa berada di dekat seorang muslim akan membuat mereka merasa aman dan nyaman. Akidah kita tidak akan luntur, bahkan semakin kuat. Pemahaman syariat kita tidak akan melebur melewati batas-batas yang telah ditetapkan. Inilah “bagimu agamamu, bagiku agamaku”.
Note: Jika kita menganggap semua agama sama atau semua akan masuk surga atau semua punya tuhan yang sama atau semua berasal dari tuhan yang sama, maka kita telah keliru, bahkan syirik. Yang begitu itu akidah liberal. Hati-hati dengan segala jenis pemahaman agama yang menyimpang. Ayo murnikan akidah dan sempurnakan akhlak kita.
Aug 22nd, 2014
Aug 22nd, 2014

She’s comfortable in her own skin.

She accepts her imperfections.

She doesn’t need compliments or flattery to feel worthy.

She’s too busy to take the time to apply eyeliner.

She’s got good genes.

She’s confident in herself.

She’s not worried about her mascara fading.

She’s not always…

(Source: superbmother)

Aug 22nd, 2014

erstudio:

Cita-citaku sederhana, bisa menjadi anak dan istri yang salihah serta melahirkan generasi yang salih & salihah. Bismillah…

Aug 22nd, 2014
Aug 22nd, 2014
Membangun Rumah Cahaya

urfaqurrotaainy:

Dalam kehidupan keluarga Islami, suami diposisikan sebagai imam bagi istri. Artinya suami berkedudukan sebagai pemimpin sekaligus pembimbing bagi istri. Jika istri melakukan perbuatan yang kurang baik, menjadi tanggung jawab suamilah untuk mendidik dan mengingatkan sang istri. Dengan kata lain, istri menjadi ‘tanggungan’ suami, padahal sebelum menikah ia menjadi tanggung jawab Ayahnya sepenuhnya. 

Kita, para perempuan, seperti menjadi hal lumrah dalam budaya, seringkali mempersyaratkan kemapanan calon suami sebagai kriteria suami idaman. Tentu definisi ‘mapan’ di sini berbeda-beda setiap orang. Tapi coba tanyakan kepada diri kita sendiri, kapan terakhir kali kita kecewa dengan jumlah nafkah yang dicari susah payah oleh suami kita? Kapan terakhir kali kita iri pada tetangga yang rumahnya, mobilnya, lebih bagus dari milik kita? Bagi yang belum menikah, kapan terakhir kali Anda terpukau oleh pesona kekayaan seorang pria dan berharap kelak Andalah yang dapat mendampinginya? Kapan terakhir kali Anda menolak seorang pria karena gajinya tak mencukupi kebutuhan perawatan wajah dan tubuh Anda?

Ya, berbagai syarat dan pemikiran seperti itu hampir pasti pernah terlintas dalam benak seorang perempuan. Karena merasa itulah hak seorang perempuan, itulah kewajiban seorang suami terhadap istri dan anak-anaknya.

Read More

Aug 22nd, 2014
"Kelak jika nanti kamu telah menemukan seseorang yang memperjuangkanmu, kamu harus berjuang untuk bisa bersamanya. Cinta itu harus diperjuangkan, bukan hanya menunggu."
Rizkita Lubis dalam Dari Prolog Hingga Epilog (via kuntawiaji)

(via sararasati)

Aug 22nd, 2014